6.05.2012

Pengenalan dan Pengukuran Potensi Diri



1.      Pengenalan dan pengukuran konsep diri
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan konsep diri yaitu diri sebagai mahluk sosial dan mahluk ego.  Antara self dan ego memang banyak diperbincangkan., karena sukar dibedakan. Padangan ahli mengatakan bahwa selain ego lebih luas dari self, juga bersifat hakikat, lebih inti dari pada pribadi manusia sedangkan self adalah lebih sebagai perwujudan fungsional ego.
Setiap self atau ego memili potensi yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Pengenalan diri menjadi penting bagi individu untuk mengenali diri sendiri. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap diri sendiri. Pengukuran merupakan kegiatan pengumpulan data denga menggunakan alat ukur atau instrument agar kita mengetahui apa yang kita miliki. Pengenalan dan pengukuran diri merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan, kekuatan dan daya yang ada pada diri dengan menggunakan cara, metode, alat ukur, atau karakteristik tertentu. Dengan mengetahui potensi yang ada self dapat dikembangkan dan potensi mana yang harus ditinggalkan.
Pengenalan dan pengukuran diri diperlukan guna memaksimalkan potensi positif dan meminimalkan potensi negatif pada diri seseorang. Adapun beberapa kegunaan dalam mengenali diri dan mengukur diri adalah sebagai berikut:
  1. Memberi gambaran tentang kekuatan dan kelemahan atau kelebihan dan kekurangan yang ada didalam diri
  2. Mengetahui kemampuan yang masih perlu ditingkatkan. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan akan mengetahui dimana potensi yang akan ditingkatkan dan mana yang harus dihilangkan atau paling tidak diminimalisir
  3. Mengetahui bidang kerja yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki akan mengetahui potensi yang dimiliki dengan bidang pekerjaan yang tepat bagi dirinya.
  4. Bagi organisasi mengetahui potensi karyawan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan seseorang/karyawan
  5. Bagi organisasi mengetahui potensi karyawan dapat memberikan referensi penempatan SDM
Untuk mengetahui potensi diri maka seseorang dapat menerapkan beberapa metode dibawah ini:
  1. Self assesment
  2. Feedback
  3. Eksperimental
  4. Non-eksperimental
  5. Tes Psikologi
  6. Non test (observasi, wawancara, dll)

2.      Pengukuran konsep diri
Mengetahui tentang konsep diri merupakan bekal meraih kesuksesan. Lantas apa yang dimaksud dengan konsep diri, konsep diri didefinisikan sebagai persepsi (pandangan) seseorang terhadap dirinya yang terbentuk melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan dan mendapat mengaruh dari orang-orang yang dianggap penting. Konsep diri merupakan sistem oprasi komputer mental yang mengendalikan apa yang kita fikirkan, ucapkan, lakukan dan rasakan. Konsep diri terdiri dari tiga komponen utama yaitu diri ideal, citra diri, dan harga diri.
Diri ideal adalah sosok individu yang kita inginkan menjadi dimasa yang akan datang. Citra diri adalah cara kita melihat diri kita sendiri dan berfikir mengenai dari anda sekarang. Harga diri merupakan komponenyang bersifat emosional dan merupakan komponen paling penting dalam menentukan sikap dan kepribadian kita, merupakan kunci mencapai keberhasilan hidup.
Tahap pertama dalam mengembangkan diri adalah mengenal diri sendiri. Terdapat beberapa metode dalam mengenali diri sendir sebagai berikut:
  1. Pengukuran Individual
Pengukuran ini dilakukan dengan merenungkan hakikat dari kehidupan anda, merenungkan tentang potensi potensi diri. Setelah itu dituliskan pada selembar kertas, dengan hal ini kita mengetahui tentang diri kita. 
  1. Feedback
Feed back adalah komunikasi yang ditunjukan kepada seseorang yang akan memberikan informasi kepada orang atau kelompok orang yang bersangkutan, bagaimana kesan yang ditimbulkan pada orang lain dengan tingkah laku yang ditunjukan.  Feed beck ini membantu seseorang untuk menelaah dan memperbaiki tingkah lakunya dan dengan demikian ia lebih mudah mengetahui apa yang diinginkannya. Feed back dapat dilakukan dengan dua cara yaitu feed back langsung dengan tidak langsung. Feed back juga dapat dilakukan dengan evaluatif ataupun deskriptif. Untuk feed back evaluatif dilakukan dengan komunikasi yang mengandung informasi yang berupa suatu penilaian tentang diri sipenerima feedback, feedback evaluatif adalah petunjuk-petunjuk dalam pergaulan yang dapat digunakan untuk evaluasi dan revaluasi diri.
  1. Tes kepribadian
Pengenalan diri akan mambantu individu melihat kemampuan yang ada pada dirinya, melihat hal hal yang mungkin atau tidak mungkin dikembangkan oleh dirinya. Salah satu test intsrumen dalam pengenalan diri adalah melalui test kepribadian. Dalam test kepribadian ini akan diperoleh informasi tentang tipologi diri, kepercayaan pada diri sendiri, pengukuran ambisi.

3.      Rencangan pengembangan potensi diri
Setelah melaksanakan pengukuran mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh diri yang dilakukan selanjutnya adalah merancang pengembangan diri. Terdapat beberapa hambatan dari pengembangan potensi diri dari seseorang, adapun hambatannya adalah sebagai beriktu:
a.       Ketidakmampuan mengatur diri
b.      Nilai pribadi yang tidak jelas
c.       Tujuan pribadi yang tidak jelas
d.      Pribadi yang kerdil
e.       Kemampuan yang tidak memadai dalam memecahkan masalah
f.        Kreativitas yang rendah
g.       Wibawa yang rendah
h.       Kemampuan manajerial yang rendah
i.         Wibawa yang rendah
j.        Kemampuan pemahaman manjerial yang rendah
k.      Kemampuan latif yang rendah
l.         Kemampuan membina team yang rendah
Adapun rancangan dalam mengembangkan diri adalah sebagai berikut:
  1. Menentukan sasaran yang jelas
  2. Menentukan cara menilai keberhasilan
  3. Mensyukuri kemajuan walaupun sedikit
  4. Berani mengambil resiko
  5. Perkembangan diatur oleh diri sendiri
  6. Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada
  7. Terbuka untuk belajar kepada siapapun
  8. Belajar dari kesalahan dan bersikap realistik
  9. Jangan hanya bicara, tetapi juga melaksanakan. 
Reaksi:

0 komentar: